Profile Pondok Pesantren Al-Muhajirin
Sejarah Singkat
Pondok Pesantren Al Muhajirin
Pondok Pesantren Al Muhajirin didirikan pada tanggal 25 Maret 1985 oleh KH. Muhammad Hafidz HAS, seorang ulama yang berdedikasi tinggi dalam pendidikan agama Islam. Pendirian pondok pesantren ini bertujuan untuk memberikan pendidikan agama yang berkualitas serta melahirkan generasi muslim yang beriman, bertaqwa, berakhlaqul karimah, dan disiplin.
Seiring dengan waktu, Pondok Pesantren Al Muhajirin terus berkembang dan memperluas layanannya. Pada tahun 2017, didirikan SMP Elhafidziyah di dalam kompleks Pondok Pesantren Al Muhajirin, sehingga para santri dapat mendaftar secara terpadu untuk pendidikan formal dan pendidikan diniyah. Hal ini menandai langkah penting dalam penyediaan pendidikan yang komprehensif bagi para santri.
Pondok Pesantren Al Muhajirin juga terus melakukan inovasi dalam metode pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler. Mereka menawarkan berbagai program pendidikan mulai dari pendidikan formal hingga non-formal, dengan menekankan kajian kitab kuning dan tafaqquh fiddin.
Selama perjalanannya selama lebih dari tiga dekade, Pondok Pesantren Al Muhajirin telah berhasil menarik minat para santri dari dalam dan luar Kabupaten Batang Hari, bahkan dari berbagai daerah di Indonesia seperti Linggau, Riau, dan Palembang. Ini menunjukkan reputasi yang baik dan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang diselenggarakan oleh pondok pesantren ini.
Dengan visi dan misi yang jelas, serta berbagai kegiatan harian, mingguan, bulanan, dan tahunan yang terstruktur, Pondok Pesantren Al Muhajirin terus berupaya mencetak generasi muslim yang berkualitas dan siap berkontribusi dalam masyarakat.
Biografi Mu’assis
Pondok Pesantren Al Muhajirin

( KH. Muhammad Hafidz HAS )
KH. Muhammad Hafidz HAS adalah seorang ulama panutan yang berakhlak mulia dan menjadi pejuang umat serta alim. Beliau lahir dan dibesarkan dalam lingkungan pendidikan agama yang kuat, dan perjalanan hidupnya dipenuhi dengan dedikasi dalam menyebarkan nilai-nilai Islam.
Setelah menuntut ilmu di Pondok Pesantren Lirboyo dan menjalani masa pembelajaran dengan beberapa kiai sepuh, KH. Muhammad Hafidz HAS bersama kakaknya, Mbah Yai Mansur, merantau ke Sumatra pada tahun 1963. Perjuangan mereka berlanjut ke Kuala Tungkal, Jambi, di mana mereka membantu membangun dan mengembangkan pendidikan Islam di daerah tersebut.
Pada tahun 1985, KH. Muhammad Hafidz HAS memutuskan untuk hijrah ke Simpang Terusan, Muara Bulian, Batanghari, dan mendirikan Pondok Pesantren Al-Muhajirin. Meskipun menghadapi berbagai rintangan dan tantangan, beliau tidak pernah kehilangan semangat untuk membimbing dan menginspirasi para santri dalam mengejar ilmu dan amal shalih.
Sayangnya, pada tahun 2018, KH. Muhammad Hafidz HAS meninggalkan dunia ini. Namun, warisannya tetap hidup dalam bentuk Pondok Pesantren Al-Muhajirin, yang terus menjadi tempat berkumpulnya para pencari ilmu dan pengembangan akhlak yang baik.
November 2018 menjadi momen yang menyedihkan bagi seluruh komunitas Pondok Pesantren Al-Muhajirin, ketika Abah, panggilan akrab bagi KH. Muhammad Hafidz HAS, meninggalkan dunia ini. Namun, warisannya tetap hidup dalam setiap jamaah dan santri yang mengikuti jejaknya, dengan harapan agar beliau mendapat tempat yang layak di sisi Allah atas segala perjuangannya.
Visi Pondok Pesantren :
Menjadi lembaga tafaqquh fiddin yang kompetitif dalam melahirkan faqih zamanih sebagai generasi muslim yang beriman, bertaqwa, berakhlaqul karimah dan disiplin.
Misi Pondok Pesantren :
- menyelenggarakan dan melaksanakan pendidikan dan pengajaran tafaqquh fiddin dari kitab
- Melaksanakan pengabdian dan pemberdayaan kepada pesantren dan masyarakat.
- Menanamkan karakter ilmiah dan amaliah salafunas sholih melalui kitab kuning.
